Heboh! Pemimpin Oposisi Venezuela Serahkan Medali Nobel Perdamaian ke Trump

img-redaksi Awaludin
Jum'at 16 Januari 2026 08:45 WIB
img-thumb
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado (foto: AP News)
A
A
A

JAKARTA - Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, mengatakan bahwa dirinya telah “menyerahkan” Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Saat Machado menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump, penjabat presiden Venezuela menyampaikan pidato kenegaraan kepada rakyatnya.

Pemimpin oposisi Venezuela sekaligus peraih Hadiah Nobel Perdamaian, María Corina Machado, menggambarkan pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump pada Kamis sebagai sesuatu yang “bersejarah” dan “luar biasa”.

“Apa yang terjadi saat ini adalah bersejarah, bukan hanya untuk masa depan Venezuela, tetapi juga untuk masa depan kebebasan di dunia,” kata Machado dalam pernyataan yang disampaikan tim persnya, seperti dilansir dari CNN, Jumat (16/1/2026).

Machado mengatakan bahwa dalam pertemuan terpisah dengan sejumlah senator Amerika Serikat, fokus oposisi adalah mengubah Venezuela menjadi “negara yang bebas dan aman, serta menjadi sekutu terkuat yang pernah dimiliki Amerika Serikat di kawasan ini”.

“Kami adalah masyarakat yang sangat pro-Amerika,” tambahnya.

Menurut tim pers Machado, ia menyampaikan bahwa pemerintahan Trump memahami perlunya membangun kembali institusi negara, melindungi hak asasi manusia dan kebebasan berbicara, serta mendorong “proses pemilihan baru yang jujur dan transparan” agar warga Venezuela terdorong kembali ke negaranya.

“Saya telah bersikeras—dan akan terus bersikeras—bahwa Venezuela memiliki presiden terpilih, dan saya sangat bangga bekerja sama dengannya,” kata Machado, merujuk pada kandidat oposisi Edmundo González.

Meski Amerika Serikat sebelumnya telah mengakui González sebagai presiden terpilih setelah pemilihan Venezuela tahun 2024 yang dipersengketakan, negara tersebut saat ini dipimpin oleh presiden sementara Delcy Rodríguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Presiden Nicolás Maduro sebelum ditangkap oleh Amerika Serikat.

Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa ia tidak menilai Machado memiliki pengaruh yang cukup untuk memerintah Venezuela. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak mengubah pandangan Trump.

“Ketika Venezuela merdeka, jutaan warga Venezuela akan kembali secara sukarela,” kata Machado.

Ia menambahkan bahwa Trump menunjukkan keprihatinan besar terhadap “keselamatan rakyat Venezuela” serta kondisi “anak-anak yang tidak dapat bersekolah karena guru hanya menerima upah kurang dari satu dolar per hari”.

Namun demikian, pernyataan Machado tidak memuat rincian mengenai kesepakatan konkret maupun langkah lanjutan yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Donald Trump saat ini menyimpan medali Hadiah Nobel Perdamaian milik María Corina Machado setelah diserahkan dalam pertemuan mereka pada Kamis.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bertemu María Corina Machado dari Venezuela hari ini,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. “María memberikan Hadiah Nobel Perdamaiannya kepada saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan. Sebuah isyarat luar biasa dari rasa saling menghormati.”

Machado meninggalkan medali tersebut di Gedung Putih, dan saat ini berada dalam penguasaan Presiden Trump, menurut sumber yang mengetahui peristiwa tersebut.

Trump diketahui telah lama menginginkan Hadiah Nobel Perdamaian. Namun, Komite Nobel menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak dapat dialihkan. “Sebuah medali dapat berpindah kepemilikan, tetapi gelar penerima Hadiah Nobel Perdamaian tidak dapat,” tulis Institut Nobel dalam unggahan di media sosial X.

See original source
link link link link