Fakta-Fakta Kak Seto Dituding Abaikan Laporan Aurelie Moeremans

img-redaksi Kurniasih Miftakhul Jannah
Jum'at 16 Januari 2026 08:47 WIB
img-thumb
Fakta-Fakta Kak Seto Dituding Abaikan Laporan Aurelie Moeremans (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Fakta-fakta dituding mengabaikan laporan Aurelie Moeremans. Nama Kak Seto, yang dikenal luas sebagai sosok ramah anak, kini dikaitkan dengan polemik buku Broken Strings yang mengungkap kisah kelam masa lalu Aurelie Moeremans. Dalam buku tersebut, Aurelie mengaku menjadi korban child grooming hingga pelecehan seksual oleh sosok bernama samaran “Bobby”.

Warganet kemudian menelusuri satu per satu tokoh yang diduga terlibat dalam kisah tersebut, meski nama-nama di dalam buku telah disamarkan. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah peran Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pada masa itu, yang dinilai tidak mengambil langkah tegas atas laporan yang disampaikan pihak keluarga Aurelie.

Berikut fakta-fakta Kak Seto dituding mengabaikan laporan Aurelie Moeremans:

1. Laporan Ibu Aurelie Disebut Tak Ditindaklanjuti

Berdasarkan penelusuran yang beredar di media sosial, ibunda Aurelie disebut telah melaporkan dugaan kasus tersebut ke Komnas Perlindungan Anak yang saat itu dipimpin oleh Kak Seto. Namun, pihak keluarga mengklaim tidak mendapatkan tindak lanjut maupun respons yang dinilai memadai.

Laporan tersebut disebut terabaikan hingga akhirnya orang tua Aurelie memilih mengungkapkan kasus ini kepada media. Padahal, mereka mengaku sempat berupaya selama berbulan-bulan untuk menutupi peristiwa tersebut dari konsumsi publik.

2. Klarifikasi Kak Seto

Menanggapi namanya yang terseret dalam polemik dan kekecewaan publik, Seto Mulyadi akhirnya buka suara. Melalui akun Instagram @kaksetosahabatanak, ia mengunggah Instagram Story berisi klarifikasi terkait isu yang berkembang.

“Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu,” tulis Kak Seto dalam klarifikasinya.

3. Imbauan untuk Berdamai dengan Masa Lalu

Dalam klarifikasi tersebut, Kak Seto meminta seluruh pihak untuk menyikapi pemberitaan dengan kepala dingin dan tidak memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani kasus tersebut pada masanya.

Ia juga mengingatkan agar mencuatnya kembali kasus ini pada 2026 tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang, atau mengubah fakta yang sebenarnya. Kak Seto mengajak semua pihak bersikap lebih bijak dan adil.

“Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” tulisnya.

See original source
link link link link
Berita Terkait