JAKARTA - Perhatian publik saat ini tengah tertuju kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (27/7) menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.
Namun, bukan hanya soal pelantikannya, pernyataan Sudaryono kepada publik yang mengaku banyak mengonsumsi telur saat kecil hingga mengalami bisulan juga turut menyita perhatian.
Pernyataan tersebut lantas diluruskan oleh sejumlah pakar kesehatan dan ahli gizi. Secara medis, mengonsumsi telur dalam jumlah banyak bukanlah penyebab utama munculnya bisul.
Dokter sekaligus influencer kesehatan Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya menjelaskan bahwa mengonsumsi telur secara rutin justru memberikan dampak positif bagi kemampuan otak.
"Kemarin telur disalahkan sebagai penyebab bisul oleh seorang pejabat. Padahal gue malah mau rutinin makan telur bila memungkinkan karena menurut penelitian bisa membuat kemampuan otak kita lebih baik," tulis dr. Adam, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Dokter yang kerap mengulas berbagai isu kesehatan berdasarkan jurnal ilmiah ini menuturkan, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 0,5 sampai satu butir telur per hari memiliki korelasi dengan penurunan risiko demensia dan gangguan kognitif.
"Jadi ada penelitian systematic review yang menganalisis lebih dari 38.000 orang untuk melihat efek konsumsi telur dengan kemampuan kognitif. Hasilnya sih menjanjikan," ucapnya.
Dokter Adam menjelaskan, studi tersebut mencatat bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan memori otak, kemampuan verbal, hingga waktu reaksi (reaction time). Hal ini karena telur kaya akan nutrisi penting bagi otak, seperti kolin dan fosfolipid yang berperan dalam pembentukan asetilkolin.
"Studi tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat membuat memori lebih baik, kemampuan verbal meningkat, dan reaction time makin cepat (kalau makan 2 telur per hari)," jelas dr. Adam.
Kendati demikian, ia mengakui penelitian tersebut masih memiliki bias. Orang yang rutin mengkonsumsi telur cenderung memiliki pola makan dan status sosial-ekonomi yang lebih baik, sehingga turut memengaruhi kondisi kognitif mereka.
Meski begitu, secara keseluruhan ia menegaskan bahwa makan telur tidak lantas menyebabkan timbulnya bisul. Bisul sendiri umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada folikel rambut, bukan akibat nutrisi telur.
Dokter Adam menyimpulkan, telur tak membuat bisulan. Makan telur sebanyak 0,5–2 telur/hari bisa jadi bagian penting untuk menjaga kesehatan otak.