Robert Rene Alberts Buka Suara Usai Sanksi FIFA Persib Bandung Dicabut

img-redaksi Cikal Bintang
Rabu 12 Agustus 2026 14:26 WIB
img-thumb
Robert Rene Alberts saat masih melatih Persib Bandung. (Foto: Instagram/persib)
A
A
A

BANDUNG – Eks pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya memberikan penjelasan terbuka setelah sanksi registration ban dari FIFA terhadap Maung Bandung resmi dicabut. Pelatih asal Belanda itu mengaku terpaksa angkat bicara karena polemik tersebut sempat memicu komentar negatif yang menyerang dirinya serta keluarganya.

Persib sebelumnya telah menerima surat resmi dari FIFA bertanggal 10 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859 yang menyatakan perkara telah ditutup. Keputusan itu diterbitkan setelah otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menerima konfirmasi pelunasan kewajiban pembayaran kepada sang mantan pelatih.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (12/8/2026), Rene membeberkan alasan di balik sikap diamnya selama proses sengketa berlangsung. Ia menegaskan tidak pernah berniat membawa masalah pribadi ke ruang publik demi menghindari kegaduhan yang tidak perlu.

"Halo semuanya, Robert Alberts di sini. Saya telah diam tentang hal ini untuk waktu yang cukup lama dan ada alasan untuk itu. Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," kata Rene dalam unggahan video di Instagramnya, dikutip pada Rabu (12/8/2026).

1. Alasan Buka Suara

Kendati memilih menempuh jalur formal lewat FIFA, kesabaran Rene akhirnya diuji ketika mulai banyak pihak luar yang melontarkan opini keliru. Komentar-komentar miring tersebut dinilai sudah keluar batas dan ikut menyeret anggota keluarganya ke dalam polemik sepak bola ini.

"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya dan saya sendiri," ungkap Rene.

Robert Rene Alberts

"Dan jujur saja, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi itulah mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," tambahnya.

Sebagai pengingat, kerja sama antara Rene dan Persib yang terjalin sejak 2019 harus berakhir pada 10 Agustus 2022 akibat pengunduran diri di awal musim. Masalah sisa kontrak hingga tahun 2025 yang tidak terselesaikan dengan baik kemudian berujung pada laporan resmi ke meja hijau FIFA.

2. Upaya Mediasi

Rene mengungkapkan proses negosiasi sempat berjalan berulang kali, termasuk pertemuan langsung dengan manajemen baru pada Januari 2025. Namun, kesepakatan pembayaran yang telah dibuat tidak kunjung direalisasikan sepenuhnya oleh pihak klub secara tepat waktu.

"Masih ada banyak bulan lain yang harus dibayar hingga Desember 2025. Saya berusaha untuk menyelesaikan masalah secara langsung sepanjang waktu, menghubungi klub. Saya ingin penjelasan mereka, dan saya memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki keadaan," tutur pria berusia 71 tahun itu.

Robert Rene Alberts Persibcoid

Puncak dari persoalan ini terjadi ketika FIFA menjatuhkan sanksi larangan pendaftaran pemain menyusul belum tuntasnya komitmen pembayaran dari pihak manajemen. Sengketa tersebut akhirnya benar-benar rampung setelah klub melunasi seluruh sisa kewajibannya pada Selasa 11 Agustus 2026.

Dengan tuntasnya pembayaran dan pencabutan sanksi resmi dari FIFA, Rene memastikan bahwa seluruh lembaran perselisihan ini sudah ditutup sepenuhnya. Ia berharap semua pihak dapat melihat persoalan secara objektif berdasarkan fakta yang ada tanpa perlu ada pihak yang saling menyalahkan lagi.

"FIFA bertindak sesuai dengan itu, saya bertindak sesuai dengan itu. Menilai situasi berdasarkan fakta," tandasnya.

See original source
link link link link