JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 berada pada level optimis (indeks >100), yakni sebesar 118,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 116,8.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
“Meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 109,4 dan 127,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 107,9 dan 125,7,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).
Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat, tecermin dari IKE Agustus 2026 sebesar 109,4 yang berada pada level optimis (indeks >100), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 107,9.
Meningkatnya IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) yang masing-masing tercatat sebesar 104,1, 106,1, dan 108,0.
Menurut BI, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Agustus 2026 sebesar 127,6.
Tetap kuatnya IEK bersumber dari peningkatan seluruh komponennya, yaitu Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK), dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), yang masing-masing tercatat sebesar 134,9, 125,7, dan 122,1.
Dalam survei yang sama, BI juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Agustus 2026 sebesar 74,2 persen, meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 72,7 persen.
Proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10 persen, relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,5 persen.
Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 15,8 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen.