Diah Permatasari Punya Cara Unik 'Mata-matai' Anak di Amerika: Pakai Snapchat

img-redaksi Ravie Wardani
Rabu 09 September 2026 12:00 WIB
img-thumb
Diah Permatasari Punya Cara Unik 'Mata-matai' Anak di Amerika. (Foto: Ravie Wardani/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Artis senior Diah Permatasari blak-blakan mengenai gaya parentingnya yang cukup ketat terhadap kedua buah hatinya. Meski anak-anaknya sudah beranjak dewasa, bintang film Si Manis Jembatan Ancol ini mengaku sebagai tipe orang tua yang sangat protektif.

Diah mengungkapkan bahwa dirinya merasa perlu memberikan pengawasan ekstra, terutama karena tantangan zaman yang sudah berbeda. Dia tak ingin lalai demi memastikan anak-anaknya tetap berada di jalur yang benar, baik dari segi pendidikan maupun perilaku.

"Aku orangnya protektif ya, overprotective malah. Karena kan zaman sekarang tuh beda sama zaman saya dulu. Jadi saya enggak mau nanti kalau saya itu lalai gitu lho. Karena bagaimanapun anak tuh masih tanggung jawab saya sebagai orang tua," ujar Diah Permatasari saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan belum lama ini.

Menariknya, Diah punya cara unik untuk memantau sang putra, Marciano Nicholas Reynard, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di University of Southern California (USC), Los Angeles.

Karena perbedaan waktu 14 jam dan sang anak yang jarang membalas pesan WhatsApp, Diah beralih menggunakan aplikasi Snapchat.

"Saya itu kalau ngecek dia menggunakan Snapchat. Karena Snapchat tuh bisa saya lihat dia di mana, dia ada di mana, dia di rumah, dia di sekolah, dia apa, tuh ketahuan. Dia lagi shopping ketahuan, ke hutan-hutan pun juga ketahuan," tuturnya.

Diah mengaku sering kali dicuekin jika menghubungi lewat WhatsApp. Pesannya baru akan dibalas berhari-hari kemudian, kecuali jika dia sudah menyematkan kata 'Urgent'. Hal inilah yang membuatnya lebih mengandalkan fitur lokasi di media sosial.

"Kalau menggunakan WA nggak pernah dibalas. Bisa 3 hari kemudian gitu. Kalau nggak, saya ngomongnya 'Urgent!', dia langsung 'Mama, ada apa Ma?'. Aku sibuk, katanya. Memang agak repot karena perbedaan waktunya gila, 14 jam," jelasnya.

Meski sang anak sempat melayangkan protes dengan perlakuan tersebut, Diah tetap teguh pada pendiriannya. Baginya, rasa waswas sebagai ibu tidak bisa dihindari, apalagi sang putra berada sangat jauh dari pengawasannya.

See original source
link link link link