JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia () atau Indonesia Eximbank memfasilitasi 10 pelaku usaha berorientasi ekspor binaannya untuk berpartisipasi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas akses pasar serta membuka peluang kemitraan dengan pembeli internasional.
Corporate Secretary LPEI, Dyza Rochadi mengatakan, fasilitasi bagi para eksportir binaan dalam TEI 2026 merupakan bagian dari komitmen LPEI untuk meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus mendorong pelaku usaha memanfaatkan peluang perdagangan internasional.
“Sebagai Export Credit Agency (ECA) dan Eximbank Indonesia, LPEI menyediakan berbagai solusi pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor, serta layanan pengembangan kapasitas usaha. Melalui TEI 2026, pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan ekspornya, termasuk aspek kepabeanan dan layanan ekspor bersama petugas Bea Cukai dan LNSW,” ujar Dyza dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan yang menjalankan peran sebagai policy bank, LPEI mendukung kebijakan pemerintah mendorong pertumbuhan ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi.
Keikutsertaan dalam TEI ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten ini dilakukan bersama Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Lembaga National Single Window (LNSW) melalui booth KemenkeuSatu.
Selain menghadirkan layanan konsultasi, LPEI juga berpartisipasi dalam sejumlah sesi diskusi (talkshow) dan sharing session yang membahas dukungan pemerintah bagi eksportir, identifikasi potensi pasar, serta pemanfaatan fasilitas penunjang ekspor.
Kesepuluh eksportir binaan LPEI yang tampil dalam ajang ini merepresentasikan keberagaman potensi produk unggulan Indonesia, mulai dari sektor pangan, olahan herbal, hingga industri pengolahan rempah dan hasil bumi.
Di sektor pangan dan produk turunan kelapa, terdapat Puri Food and Healthy yang memproduksi gula aren cair serta telah menembus pasar Malaysia dan Belanda, CV Bunga Palm sebagai produsen gula kelapa organik di Purbalingga yang didukung jaringan belasan ribu petani, serta CV Ceterindo Kurnia Tritama asal Bantul yang mengolah makanan dan minuman herbal tradisional berbahan baku lokal.
Untuk komoditas teh dan kopi, LPEI memboyong Sila Artisan Tea dari Bogor yang menggarap teh artisan premium tanpa pengawet sintetis, CV Mandiri Coffee asal Sumatera Utara yang memproduksi biji kopi mentah dan sangrai hingga mencapai volume 1.037 ton pada 2023, serta PT Kopi Prima Indonesia sebagai bagian dari Triputra Group yang menyediakan kopi Arabika dan Robusta untuk pasar ekspor.
Sementara itu, pada sektor rempah, kakao, dan pengolahan bahan alami, terdapat PT Agri Spice Indonesia dan CV Alpha Agro Indonesia yang konsisten memokuskan bisnisnya pada pengolahan serta penyediaan rempah-rempah berkualitas untuk pasar global.
Ada pula PT Mandala Prima Makmur yang bergerak di industri kakao dan cokelat dengan jangkauan pasar hingga empat benua, serta PT Haldin Pacific Semesta yang memanfaatkan teknologi manufaktur untuk mengolah sumber daya pertanian menjadi bahan baku industri makanan, minuman, hingga perawatan pribadi.
Melalui keikutsertaan para eksportir binaannya di TEI 2026, LPEI berharap makin banyak pelaku usaha nasional yang mampu memanfaatkan peluang pasar global serta meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan jaringan bisnis, dan pemanfaatan fasilitas pendukung ekspor secara optimal.