Marc Marquez Geram Pembalap MotoGP Diancam Sanksi jika Absen Event Promosi

img-redaksi Wikanto Arungbudoyo
Selasa 13 Oktober 2026 09:20 WIB
img-thumb
Marc Marquez geram mendengar wacana sanksi berat bagi pembalap yang absen di event promosi (Foto: Instagram/@marcmarquez93)
A
A
A

Marquez merasa geram setelah mendengar adanya ancaman sanksi buat pembalap jika absen dari event promosi di suatu pekan balapan. Ia merasa, hal tersebut tidak seharusnya diberlakukan.

Jelang MotoGP Mandalika 2026 akhir pekan lalu, muncul kabar soal kewajiban pembalap mengikuti event promosi mulai musim depan. Bila absen, mereka bisa dikenai denda hingga 5.000 Euro (setara Rp100 juta)!

Aturan ini berlaku untuk ‘Hero Walk’ yang diadakan setiap Minggu pagi jelang balapan. Pembalap harus menghabiskan minimal 10 menit untuk menyapa penggemar dan mengikuti event promosi.

1. Makin Berat

Masalahnya, jenis sanksi yang dikenakan akan semakin berat jika absen untuk kali kedua, ketiga, dan seterusnya. Paling berat, mereka bisa saja dihukum yang berkaitan dengan sisi olahraga.

MotoGP seperti hendak menindak tegas minimnya kepatuhan pembalap untuk mendekatkan diri dengan penggemar. Marquez sendiri pernah disorot gara-gara tindakannya di MotoGP Jepang 2026.

Ketika itu, Marquez memutuskan tidak ikut balapan gokart sebagai bagian dari event promosi di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Motegi, Jepang. Ia malah diwakilkan oleh pemeran pengganti.

2. Respons

Marquez mengaku sengaja melakukannya karena memikirkan soal bahunya yang mesti banyak diistirahatkan. Karena itu, ia merespons dengan cukup tajam wacana hukuman dari MotoGP.

“Sebagai pembalap, sayalah orang pertama yang ingin MotoGP terus bertumbuh besar. Tapi, saya pikir kami seharusnya bisa memikirkan cara lain untuk menumbuhkan olahraga ini tanpa terus mendorong (peran) pembalap,” tegas Marquez, dikutip dari Crash, Selasa (13/10/2026).

“Ini adalah perasaan saya. Sekarang, kami harus melakukan banyak hal, tidak hanya soal MotoGP. Kami punya kewajiban dengan sponsor, rapat, pemanasan, lalu parade, Hero Walk. Lalu, kamu kembali (ke garasi) dan rapat lagi dengan tim setelah pemanasan,” imbuh pria berusia 33 tahun itu.

“Pada akhirnya, kami adalah atlet. Tahun depan, jadwal semakin padat. Kami adalah orang-orang yang ingin membantu kejuaraan ini tetapi ada cara lain untuk menumbuhkannya. Kami harus tampil di trek, bukan di luar,” tandasnya.

See original source
link link link link
Berita Terkait