Karhutla Makan Korban! Warga Sesak Napas, Petugas Kelelahan hingga Relawan Luka Bakar 75 Persen

img-redaksi iNews TV
Rabu 02 September 2026 14:04 WIB
A
A
A

JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menimbulkan dampak serius bagi masyarakat maupun petugas yang berada di garis depan penanganan. Asap pekat membuat sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan, sementara para relawan dan petugas harus berjibaku menghadapi kobaran api yang sulit dikendalikan.

Dalam penanganan karhutla, sejumlah insiden terjadi di lapangan. Selain warga yang terdampak paparan asap, seorang relawan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), dilaporkan mengalami luka bakar hingga 75 persen setelah tersambar api saat berusaha memadamkan kebakaran lahan.

Perjuangan para petugas dan relawan menghadapi karhutla tidak mudah. Kondisi medan yang sulit, cuaca panas, serta api yang dapat kembali muncul dari bawah permukaan tanah menjadi tantangan besar dalam proses pemadaman.

Asap akibat kebakaran lahan juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah warga mengalami keluhan seperti sesak napas dan gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.

Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan terus melakukan upaya pemadaman di berbagai titik. Mereka bekerja berjam-jam untuk melokalisasi api agar tidak meluas ke kawasan permukiman dan lahan produktif warga.

Kondisi di lapangan membuat sejumlah petugas mengalami kelelahan. Dengan perlengkapan terbatas, mereka harus berpindah dari satu titik api ke titik lainnya untuk memastikan kobaran dapat dikendalikan.

Kasus relawan yang mengalami luka bakar menjadi gambaran beratnya risiko yang dihadapi para pejuang karhutla. Mereka tidak hanya menghadapi panasnya api, tetapi juga ancaman asap tebal dan kondisi medan yang berbahaya.

Pemerintah dan petugas terkait terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Selain berpotensi memperluas kebakaran, asap yang ditimbulkan juga dapat mengancam kesehatan masyarakat luas.

Penanganan karhutla hingga kini masih terus dilakukan di sejumlah wilayah. Upaya pemadaman, patroli, hingga pembuatan sekat bakar dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan menimbulkan korban tambahan.