5 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, Ini Daftarnya
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak lima gunung api di Indonesia saat ini berstatus Level III Siaga. Aktivitas vulkanik di sejumlah gunung terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi masyarakat di kawasan rawan bencana.
Status Siaga merupakan satu tingkat di bawah Level IV atau Awas dalam sistem peringatan aktivitas gunung api di Indonesia. Pada level ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi erupsi dan bahaya vulkanik masih dapat terjadi.
Berdasarkan data pemantauan Magma Indonesia, lima gunung api yang kini berstatus Siaga yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Sinabung, Gunung Merapi, Gunung Semeru, dan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Lampung, menjadi salah satu gunung api yang masih berstatus Siaga. Status tersebut telah ditetapkan sejak 2 Juli 2026.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali terjadi sejak Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026). Erupsi tersebut menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berdampak ke sejumlah wilayah.
Selain Anak Krakatau, Gunung Sinabung di Sumatera Utara juga masih berada pada status Siaga sejak 31 Agustus 2026. Aktivitas gunung api tersebut terus menjadi perhatian karena memiliki riwayat erupsi yang cukup aktif.
Di wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Merapi juga berstatus Siaga. Pada 6 September 2026, tercatat aktivitas berupa 64 kali gempa guguran dan 66 kali gempa hybrid atau fase banyak.
Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur masih menunjukkan aktivitas erupsi pada 7 September 2026. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut menjadi salah satu gunung api yang terus mendapat pemantauan intensif.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur juga masih berstatus Siaga sejak 12 Mei 2026. Aktivitas vulkanik gunung tersebut hingga kini masih berlangsung dan menjadi perhatian petugas.
Dengan masih adanya lima gunung api berstatus Siaga, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga diimbau mematuhi rekomendasi petugas, termasuk tidak mendekati area berbahaya yang telah ditentukan serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api.


